Majalengka – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka sejak Minggu (9/2) sore mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di beberapa kecamatan. Akibatnya, puluhan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur mengalami kerusakan, sementara akses transportasi di sejumlah titik terganggu.
Faktor Pemicu dan Kronologi Kejadian
Bencana ini dipicu oleh buruknya sistem drainase yang diperparah oleh penyempitan saluran air serta penyumbatan pada jembatan. Curah hujan yang merata di wilayah Majalengka sejak pukul 15.00 WIB menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga.
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan terus berlangsung hingga pukul 20.22 WIB di beberapa titik dengan ketinggian muka air mencapai 20 hingga 100 cm. Selain itu, longsor terjadi di beberapa lokasi yang memiliki topografi curam dan tanah yang labil akibat hujan berkepanjangan.
Lokasi dan Dampak Bencana
Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Sindangwangi, Rajagaluh, Leuwimunding, dan Sukahaji. Adapun lokasi yang terdampak antara lain:
Wilayah Terdampak Banjir:
1. Blok Pon 2, Desa Jeruk Leueut, Sindangwangi
2. Blok Minggu dan Blok Salasa, Desa Parakan, Leuwimunding
3. Blok Senen, Selasa, dan Rabu, Desa Cisetu, Rajagaluh
4. Jalan Raya Barat, Desa Cipinang, Rajagaluh
5. Desa Lengkong Kulon, Sindangwangi
Wilayah Terdampak Longsor:
1. Blok Kliwon, Desa Cikeusik, Sukahaji
2. Jalan Sindangpano - Payung, Desa Sindangpano, Rajagaluh
Akibat bencana ini, sebanyak 24 rumah terdampak, dengan 23 rumah terendam banjir. Infrastruktur juga mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya:
4 akses jalan mengalami kerusakan, 1 di antaranya terputus
1 fasilitas peribadatan terdampak
3 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan
3 kios/toko terdampak (1 rusak, 2 terendam banjir)
Tembok penahan tanah sepanjang 10 meter terkikis
2 pembatas sungai mengalami kerusakan
Petugas gabungan dari pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat setempat telah melakukan upaya penanganan darurat, termasuk evakuasi warga yang terdampak serta pembersihan material longsor di beberapa titik. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan asesmen terhadap dampak bencana dan merancang langkah-langkah pemulihan pasca-bencana.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis dalam memperbaiki infrastruktur yang rusak serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Selain itu, pembenahan sistem drainase dan mitigasi bencana di wilayah rawan perlu menjadi perhatian serius guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
(Laporan: Tim Redaksi inet99.id)